KAKAKKU SANG MOTIFATORKU.
Tepat tanggal 19
Oktober 1994 kakakku dilahirkan di Magelang. Orang tuanyapun memberinya nama
Bagas setya kurniawan. Walaupun Dia hanya kakak sepupuku, tetapi sudah aku
anggap sebagai kakakku sendiri. Dia mempunyai andil dalam membangunkan
semangatku. Semangat untuk menggapai cita-citaku. Dia memiliki hobby yang sama
denganku, yaitu bermain sepak bola, bermain tenis meja dan jalan-jalan. Hingga
Dia memiliki idola yang sama denganku yaitu Virgiawan Listanto atau yang
terkenal dengan Iwan fals si pencipta lagu Bento. Walaupun aku juga
mengidolakan Iwan Fals karena aku terinspirasi dengan kakakku itu.
Dia memulai
pendidikannya dari sebuah taman kanak-kanak bernama TK pertiwi di sebuah desa
perbatasan antara Magelang dengan Purworejo, yaitu Desa Kalisalak. Dia memulai
pendidikannya waktu dia masih berusia 4 tahun. Dia tidak seperti siswa lainnya.
Apabila siswa lainnya menyelesaikan pendidikannya di taman kanak-kanak hanya 2
tahun, sedangkan Dia harus menyelesaikannya dalam waktu 3 tahun. Hal ini
disebabkan karena Dia memasuki taman
kanak-kanak masih dalam usia dini. Setelah tamat dari taman kanak-kanak Dia
meneruskan ke Sekolah Dasar Kalisalak yang tempatnya persis disebelah TK
Pertiwi dimana dulunya Dia memulai pendidikannya. Memasuki sekolah dasar, Dia
menginjak usia 7 tahun. Semasa Dia belajar di sekolah dasar, Dia tidak
menorehkan prestasi yang membanggakan dan termasuk siswa yang biasa-biasa saja.
Malah tak jarang Dia menduduki peringkat 20 ke atas di kelasnya. Peringkat terbaiknya
yaitu ketika Dia masuk peringkat 5 besar saat kelas 6. Dan Dia pernah menjuarai
perlombaan tenis meja tingkat kecamatan waktu dia kelas 4. Setelah
menyelesaikan pendidikannya di SD Kalisalak selama 6 tahun, kemudian Dia
melanjutkan ke SMP N 2 Salaman. Awalnya di ingin melanjutkan ke SMP N 1
Salaman. Tetapi nilainya tidak memenuhi karena waktu itu masih berbasis RSBI.
Sehingga Dia harus rela menimba ilmu di SMP N 2 Salaman. Dimana jarak antar
rumah dengan sekolahannya yang relative jauh. Ketika Dia kelas 7, prestasinya masih
dibilang biasa-biasa saja. Tetapi ketika menginjak kelas 8, Dia mulai
bersungguh-sungguh karena Dia ingin melanjutkan ke SMAN 1 Salaman. Dia belajat
keras untuk bisa melanjutkan ke sekolah menengah atas yang ada di Salaman itu.
Dan hasilnya ketika Ujian Nasional Dia
mendapat peringkat 6 se-SMPN 2 Salaman. Dan akhirnya usahanya terbayar lunas
dengan diterimanya Dia di Smansal ( julukan SMAN 1 Salaman ). Kali ini prestasi akademiknya diseperti kasus
semasa Dia masih SD yang terbilang jalan ditempat. Karena kesadarannya akan
pentingnya belajar dan demi cita-citanya, Dia belajar dengan tekun. Terbukti
nilai raportnya selalu meningkat dari
semester ke semester selanjutnya. Walaupun ada beberapa nilai yang kadang
turun, tetapi 90% selalu meningkat. Setelah 3 tahun menuntut ilmu di SMAN 1
Salaman, Dia akhirnya mendapat Ijazah yang menyatakan Dia lulus. Setelah lulus,
Dia berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi yang ada di Semarang, yaitu
UNDIP. Tetapi entah mengapa Dia menundanya satu tahun setelah kelulusannya dan memilih untuk bekerja. Pernah Dia
iseng-iseng untuk masuk ke kepolisian. Tetapi harus kandas di tengah jalan
karena Dia tidak lolos dalam test. Kemudian Dia mendaftar di perguruan tinggi
yang diinginkannya, yaitu UNDIP. Tetapi entah mengapa ketika ditengah jalan Dia
mendaftar di UNY dan diterima sebagai mahasiswa di fakultas PGSD sesuai dengan cita-citanya menjadi guru. Ketika di
tahun 2013, Dia wisuda dan mendapat gelar dan namanya menjadi Bagas Setya Kurniawan, S.Pd. dan akhirnya Dia
mengabdikan diri di SD dimanan dulunya Dia menuntut ilmu, yaitu SD Kalisalak
sampai dengan sekarang.
Kan kelihatan kalau tidak fokus dalam mengikuti pelajaran. Penulisan teks sejarah harus menggunakan sudut pandang orang ketiga!
BalasHapus