Sabtu, 10 Desember 2016

KAKAKKU SANG MOTIFATORKU.

Tepat tanggal 19 Oktober 1994 kakakku dilahirkan di Magelang. Orang tuanyapun memberinya nama Bagas setya kurniawan. Walaupun Dia hanya kakak sepupuku, tetapi sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Dia mempunyai andil dalam membangunkan semangatku. Semangat untuk menggapai cita-citaku. Dia memiliki hobby yang sama denganku, yaitu bermain sepak bola, bermain tenis meja dan jalan-jalan. Hingga Dia memiliki idola yang sama denganku yaitu Virgiawan Listanto atau yang terkenal dengan Iwan fals si pencipta lagu Bento. Walaupun aku juga mengidolakan Iwan Fals karena aku terinspirasi dengan kakakku itu.

Dia memulai pendidikannya dari sebuah taman kanak-kanak bernama TK pertiwi di sebuah desa perbatasan antara Magelang dengan Purworejo, yaitu Desa Kalisalak. Dia memulai pendidikannya waktu dia masih berusia 4 tahun. Dia tidak seperti siswa lainnya. Apabila siswa lainnya menyelesaikan pendidikannya di taman kanak-kanak hanya 2 tahun, sedangkan Dia harus menyelesaikannya dalam waktu 3 tahun. Hal ini disebabkan karena Dia memasuki  taman kanak-kanak masih dalam usia dini. Setelah tamat dari taman kanak-kanak Dia meneruskan ke Sekolah Dasar Kalisalak yang tempatnya persis disebelah TK Pertiwi dimana dulunya Dia memulai pendidikannya. Memasuki sekolah dasar, Dia menginjak usia 7 tahun. Semasa Dia belajar di sekolah dasar, Dia tidak menorehkan prestasi yang membanggakan dan termasuk siswa yang biasa-biasa saja. Malah tak jarang Dia menduduki peringkat 20 ke atas di kelasnya. Peringkat terbaiknya yaitu ketika Dia masuk peringkat 5 besar saat kelas 6. Dan Dia pernah menjuarai perlombaan tenis meja tingkat kecamatan waktu dia kelas 4. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SD Kalisalak selama 6 tahun, kemudian Dia melanjutkan ke SMP N 2 Salaman. Awalnya di ingin melanjutkan ke SMP N 1 Salaman. Tetapi nilainya tidak memenuhi karena waktu itu masih berbasis RSBI. Sehingga Dia harus rela menimba ilmu di SMP N 2 Salaman. Dimana jarak antar rumah dengan sekolahannya yang relative jauh. Ketika Dia kelas 7, prestasinya masih dibilang biasa-biasa saja. Tetapi ketika menginjak kelas 8, Dia mulai bersungguh-sungguh karena Dia ingin melanjutkan ke SMAN 1 Salaman. Dia belajat keras untuk bisa melanjutkan ke sekolah menengah atas yang ada di Salaman itu. Dan hasilnya ketika Ujian Nasional  Dia mendapat peringkat 6 se-SMPN 2 Salaman. Dan akhirnya usahanya terbayar lunas dengan diterimanya Dia di Smansal ( julukan SMAN 1 Salaman ). Kali  ini prestasi akademiknya diseperti kasus semasa Dia masih SD yang terbilang jalan ditempat. Karena kesadarannya akan pentingnya belajar dan demi cita-citanya, Dia belajar dengan tekun. Terbukti nilai raportnya selalu meningkat dari semester ke semester selanjutnya. Walaupun ada beberapa nilai yang kadang turun, tetapi 90% selalu meningkat. Setelah 3 tahun menuntut ilmu di SMAN 1 Salaman, Dia akhirnya mendapat Ijazah yang menyatakan Dia lulus. Setelah lulus, Dia berkeinginan melanjutkan ke perguruan tinggi yang ada di Semarang, yaitu UNDIP. Tetapi entah mengapa Dia menundanya satu tahun setelah kelulusannya  dan memilih untuk bekerja. Pernah Dia iseng-iseng untuk masuk ke kepolisian. Tetapi harus kandas di tengah jalan karena Dia tidak lolos dalam test. Kemudian Dia mendaftar di perguruan tinggi yang diinginkannya, yaitu UNDIP. Tetapi entah mengapa ketika ditengah jalan Dia mendaftar di UNY dan diterima sebagai mahasiswa di fakultas PGSD sesuai  dengan cita-citanya menjadi guru. Ketika di tahun 2013, Dia wisuda dan mendapat gelar dan namanya menjadi  Bagas Setya Kurniawan, S.Pd. dan akhirnya Dia mengabdikan diri di SD dimanan dulunya Dia menuntut ilmu, yaitu SD Kalisalak sampai dengan sekarang.

1 komentar:

  1. Kan kelihatan kalau tidak fokus dalam mengikuti pelajaran. Penulisan teks sejarah harus menggunakan sudut pandang orang ketiga!

    BalasHapus